Selasa, 23 September 2014

KAKUS


KAKUS
Jamban atau kakus merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Pembuatan jamban merupakan usaha manusia untuk memelihara kesehatan dengan membuat lingkungan tempat hidup yang sehat. Dalam pembuatan jamban sedapat mungkin harus diusahakan agar jemban tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. Selain itu, kontruksi yang kokoh dan biaya yang terjangkau perlu dipikirkan dalam membuat jamban.
1.      Kakus Empang / Kali / Sungai
Kakus empang adalah kakus yang didirikan atau dibangun di atas aliran atau kubangan air seperti sungai, kali, danau, waduk, parit dan lain sebagainya. Model kakus jenis ini sangat tidak direkomendasikan karena akan mencemari air lingkungan sekitar yang akan menimbulkan bibit penyakit.
2.      Kakus Cubluk
Kakus cubluk adalah kakus yang tempat penampungan tinja berada di bawah orang yang buang air besar. WC kakus cubluk ada cubluk kering dan cubluk basah yang keduanya masih banyak ditemukan di daerah pedesaan yang air tanah berada pada kedalaman yang dalam.
3.      Kakus Leher Angsa
Model kakus leher angsa adalah wc kakus yang bentuknya melengkung mirip leher angsa yang banyak digunakan di seluruh dunia. Toilet jenis ini bisa benbentuk wc jongkok dan wc duduk tergantung selera. WC ini dapat mencegah bau dan keluar masuk binatang sehingga menjadi kakus yang paling baik dan sehat karena disertai septic tank / sepiteng / penampung tinja yang aman dari kontaminasi ke lingkungan sekitar dan jaraknya bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi lokasi yang ada.
4.      Kakus Kimia
Kakus kimia adalah tempat buang air besar yang menggunakan zat kimia untuk membunuh virus, bakteri dan kuman. Biasanya wc ini berada pada wc portable / mobile pada bis, kereta api / krl, pesawat terbang, dan lain-lain.
Dalam mengelola tempat pembuangan kotoran manusia yang baik perlu diperhatikan berbagai hal yang dapat mencemari lingkungan sekitar kita sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan, estetika, lingkungan, dan sebagainya.
  1. Memiliki Pijakan / Lantai yang Kuat
Lantai sebaiknya tertutup ubin, semen, beton atau bahan lain yang kuat bila diinjak. Jangan sampai alas wc kakus jebol saat digunakan sehingga akan membuat masalah baru.
  1. Lengkap Dengan Peralatan dan Perlengkapan WC
Sediakan berbagai barang keperluan wc pada umumnya seperti sabun, ember atau tempat penampungan air, kertas tisu, dan air bersih.
  1. Tertutup dan Terlindung dengan Baik
Buat WC sebisa mungkin tertutup dengan lubang ventilasi yang memadai tetapi sulit untuk diintip orang dari luar. Selain itu perlu disediakan kunci pintu tempat buang air besar agar aman daring tangan jahil. Lindungi pemakai tempat buang hajat agar terlindung dari panas terik matahari dan rintik hujan.
  1. Berada di Lokasi / Tempat yang Baik
Bangun atau letakkan wc kakus / toilet pada tempat yang tidak menganggu pemandangan orang yang melintas di tempat tersebut. Pastikan tidak akan menimbulkan bau tidak sedap dan tempatnya tidak mudah menjadi sarang kuman penyakit yang merugikan kesehatan manusia.
Kementerian Kesehatan telah menetapkan syarat dalam membuat jamban sehat. Ada tujuh kriteria yang harus diperhatikan. Berikut syarat-syarat tersebut:
1)      Tidak mencemari air
a.      Saat menggali tanah untuk lubang kotoran, usahakan agar dasar lubang kotoran tidak mencapai permukaan air tanah maksimum. Jika keadaan terpaksa, dinding dan dasar lubang kotoran harus dipadatkan dengan tanah liat atau diplester.
b.      Jarang lubang kotoran ke sumur sekurang-kurangnya 10 meter
c.       Letak lubang kotoran lebih rendah daripada letak sumur agar air kotor dari lubang kotoran tidak merembes dan mencemari sumur.
d.      Tidak membuang air kotor dan buangan air besar ke dalam selokan, empang, danau, sungai, dan laut
2)      Tidak mencemari tanah permukaan
a.      Tidak buang besar di sembarang tempat, seperti kebun, pekarangan, dekat sungai, dekat mata air, atau pinggir jalan.
b.      Jamban yang sudah penuh agar segera disedot untuk dikuras kotorannya, atau dikuras, kemudian kotoran ditimbun di lubang galian.
3)      Bebas dari serangga
a.      Jika menggunakan bak air atau penampungan air, sebaiknya dikuras setiap minggu. Hal ini penting untuk mencegah bersarangnya nyamuk demam berdarah
b.      Ruangan dalam jamban harus terang. Bangunan yang gelap dapat menjadi sarang nyamuk.
c.       Lantai jamban diplester rapat agar tidak terdapat celah-celah yang bisa menjadi sarang kecoa atau serangga lainnya
d.      Lantai jamban harus selalu bersih dan kering
e.      Lubang jamban, khususnya jamban cemplung, harus tertutup
4)      Tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan
a.      Jika menggunakan jamban cemplung, lubang jamban harus ditutup setiap selesai digunakan
b.      Jika menggunakan jamban leher angsa, permukaan leher angsa harus tertutup rapat oleh air
c.       Lubang buangan kotoran sebaiknya dilengkapi dengan pipa ventilasi untuk membuang bau dari dalam lubang kotoran
d.      Lantan jamban harus kedap air dan permukaan bowl licin. Pembersihan harus dilakukan secara periodic
5)      Aman digunakan oleh pemakainya
a.      Pada tanah yang mudah longsor, perlu ada penguat pada dinding lubang kotoran dengan pasangan batau atau selongsong anyaman bambu atau bahan penguat lai yang terdapat di daerah setempat
6)      Mudah dibersihkan dan tak menimbulkan gangguan bagi pemakainya
a.      Lantai jamban rata dan miring kea rah saluran lubang kotoran
b.      Jangan membuang plastic, puntung rokok, atau benda lain ke saluran kotoran karena dapat menyumbat saluran
c.       Jangan mengalirkan air cucian ke saluran atau lubang kotoran karena jamban akan cepat penuh
d.      Hindarkan cara penyambungan aliran dengan sudut mati. Gunakan pipa berdiameter minimal 4 inci. Letakkan pipa dengan kemiringan minimal 2:100
7)      Tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan
a.      Jamban harus berdinding dan berpintu
b.      Dianjurkan agar bangunan jamban beratap sehingga pemakainya terhindar dari kehujanan dan kepanasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar